Fake It Until You Make It!

 "Fake it until you make it!" adalah sebuah pepatah yang sering digunakan untuk menggambarkan perubahan dari seseorang untuk menjadi lebih baik. Seperti berusaha untuk melewati apa yang sering dianggap sebagai sesuatu yang kita tidak bisa sebelumnya, menjadi sebuah challenge untuk menjadi berubah ke arah yang lebih baik.

Dimana pepatah ini sering diartikan juga dengan berpura-pura di hadapan orang lain, tetapi dalam sisi positif. Disaat kita belajar meningkatkan kemampuan kepercayaan diri dalam individu kita untuk mencapai titik tertentu yang ingin kita capai.

Contoh, mungkin kita tidak PD untuk melakukan presentasi di depan kelas. Tetapi kita berusaha menunjukkan bahwa kita bisa, dan tidak malu untuk melakukan presentasi sehingga orang yakin bahwa memang kita bisa. Dan hal ini jika terus dilatih, membuat kita semakin terbiasa dan menjadi PD secara nyata bukan pura-pura lagi.

Ini merupakan konsep yang dipakai untuk terapi psikologis yang disebut dengan teknik Acting As If(Watts,2013). Lewat teknik ini terapis mengajak klien berperilakuk layaknya diri ideal yang ada di bayangan mereka. Tujuannya adalah agar klien:

1. Menyadari perilaku/pola pikir yang saat ini masih kurang ideal atau tidak sesuai dengan tujuan mereka.

2. Melihat alternatid perilaku/pola pikir yang lebih adaptif dengan memikirkan perilaku yang mungkin dimunculkan gambaran diri ideal mereka.

3. Mengubah perilaku/pola pikir dengan secara langsung berperilaku layaknya gambaran diri ideal mereka.

Konsep ini juga mirip dengan teori Facial Feedback Hypothesis yang menjelaskan bahwa ekspresi wajah kita mempengaruhi emosi yang kita rasakan. Teori ini terbukti ketika situasi yang dihadapi netral atau tidak condong ke salah satu emosi (Coles, Larsen, & Lench - 2019).

Contohnya, kalau kita merasa hari-hari yang dilewati sama terus, mungkin bisa dicoba untuk tersenyum, agar ada energi positif yang dirasakan perasaan kita.

Meskipun arti dari pepatah "Fake it until you make it" adalah baik, tetapi ada baiknya disarankan agar kita tidak selalu hidup dengan "berpura-pura".

Contohnya:

1. Saat merasa bahwa kita stres dan tidak bisa melakukan sesuatu sendiri. 

    Belajarlah untuk meminta bantuan dan tidak berpura-pura bahwa kita baik-baik saja, cari orang yang terpercaya untuk bisa dibagikan cerita kita, atau mungkin ke profesinal jika dibutuhkan.

2. Saat melakukan sesuatu untuk gengsi saja.

    Pepatah ini harus digunakan dengan bijak, bukan sebaliknya. Contohnya saat kita mau meningkatkan kepercayaan diri kita harusnya mengembakan diri bukan dengan menggunakan barang branded yang mahal dan tidak cocok dengan ekonomi kita yang menyusahkan diri sendiri.

3. Saat belum memiliki gambaran ideal yang kita inginkan.

    Maksudnya adalah jika kita belum memiliki gambarkan ideal yang ingin kita bangun di dalam diri kita, maka kita perlu mengubah cara berpikir kita lebih positif dan membangun kepercayaan diri kita. Jangan serta merta meniru orang lain, karena setiap kita adalah individu yang unik dan harus kita syukuri. Kita harus bisa nyaman dengan diri kita, untuk meningkatkan kepercayaan diri kita yang akan membentuk gambaran diri yang positif dan berdampak baik bagi lingkungan kita.


Comments